RINDU PESONA PANTAI TANJUNG KARANG
Erlinah
Hidup bagaikan roda berputar, waktu dihabiskan dengan aktivitas keseharian yang butuh penaganan dan penyelesaian. Kesibukan itu silih berganti bermuculan tiada henti yang menimbulkan kepenatan. Kejenuhan ini membuat kita terkadang butuh suasana yang lain. Yaah… membawa pikiran ke tempat yang indah, memandang alam sebagai penghibur diri untuk refleksi sekaligus refreshing. Seandainya bisa kan ku jelajahi alam layaknya program My Trip My Adventure.
Suasana yang membosankan, memandangi screen computer input data memutuskan hari itu untuk istirahat sejenak. Tak lama video call berdering. Adik ipar sambil tersenyum sambil menanyakan kabarku. Rupanya ada undangan ke tempat wisata esoknya. Alhamdulillah, laksana pucuk dicinta ulam pun tiba. Tanpa banyak kata, kuucapkan terima kasih kepada-Nya, betapa tulus melihatku dengan segenap peluh membawaku menghilangkan sedikit stress di mata, hehehe.
Malam hari kusiapkan untuk perjalanan dan kebutuhan di tempat wisata. Sebelum semuanya siap, ku perjelas tempat wisata yang akan dituju, yah ternyata Pantai Tanjung Karang, berjarak kurang lebih 40 km dari Kota Palu domisili kami yang merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, tepatnya di Dusun Simbe, Desa Limboro, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala. Sebuah pantai yang cukup digandrungi sebagai tempat wisata domestik maupun non domestik karena menyimpan pesona tersendiri bagi para penyelam yang haus akan keindahan bawah laut. Selain itu, keindahan pantai ini yang menarik perhatian pengunjung asing adalah berjemur menikmati sunshine. Mereka tertarik di pantai ini karena memiliki landscape yang unik, pantai landai dengan air yang dangkal.
Sebelum jam 6 pagi, kami sekeluarga sudah siap menuju pantai Tanjung Karang yang jarak tempuhnya kurang lebih 1 jam melalui darat. Perjalanan menuju pantai tentu saja harus melewati pusat Kota Donggala. Deretan perahu-perahu kayu yang berlabuh atau bersandar di pelabuhan Donggala akan menyongsong kedatangan pengunjung. Sebagai kota tua yang pernah menjadi ibukota provinsi dengan sudut-sudut kota bersejarah ini juga layak untuk di kunjungi. Di arah yang berlawanan, deretan gunung hijau berdiri tegap seakan menyiratkan dirinya menyambut selamat datang bagi para wisatawan. Iringan awan putih yang berbaris menjadi pernik yang unik di puncak-puncaknya.
Perahu-perahu kayu milik para nelayan yang sedang mencari ikan di perairan turut mempertebal nuansa pesisir yang ada. Selain itu pengunjung dapat menikmati pemandangan terbuka di Teluk Palu dan Selat Makassar dengan kesibukan kapal yang keluar masuk Pelabuhan Pantoloan serta perahu nelayan di teluk Palu. Sepanjang jalan kami bersenda gurau sampai akhirnya tidak terasa tiba di pantai nan indah. Hampir seluruh parkiran disesaki kendaraan yang ingin menikmati keindahan pantai dan pesona bawah lautnya yang cukup terkenal.
Tak lama kami mulai mencari tempat pondok-pondok kecil atau cottage yang disewakan oleh pengelola pantai dengan harga yang bervariasi, tergantung fasilitas yang ada di dalamnya. Harga per cottage dengan IDR mulai dari 100k sampai 500k. Apabila datang sendiri ataupun berdua, menyewa tenda adalah hal yang tepat untuk dilakukan karena hanya membutuhkan budget yang sedikit, berkisar 50k. Banyak tempat yang sudah terreservasi, sehingga kami memilih satu yang paling ujung dan paling besar dari yang lainnya. Setelah semua peralatan dan makanan siap di tempat, mulailah kami menjelajahi pantai, Tanjung Karang, we are coming!
Kutapaki langkah di hamparan pasir putih dengan tekstur yang lembut begitu indah terpantul kemilau mentari pagi. Kejernihan airnya sangat mengagumkan. Semakin menjauh dari bibir pantai bentangannya berubah warna menjadi biru kehijauan, begitu pula di sepanjang teluk dilengkapi gugusan karang di bibir pantai, sungguh alam memanjakan pengunjung dengan perpaduan yang begitu memukau. Pantai ini menjorok ke teluk sehingga ombaknya tidak terlalu besar, sangat cocok untuk diving, snorkeling, swimming dan bermain banana boat. Banyak aktivitas yang dilakukan pengunjung sesuai selera mereka.
Secara tidak sengaja, kuarahkan kamera mobile phoneku yang sederhana ke sebuah spot yang di kerumuni banyak orang. Sebuah banana boat yang mengunjungi penumpang, satu persatu penumpang menaiki boatnya dan tidak lama melaju ke laut sambil berteriak kegirangan, dengan gaya masing-masing yang dilengkapi dengan baju pelampung khas berwarna orens, saya tidak berani melakukan hal itu, gumamku. Butuh mental khusus untuk bisa menikmati tawaran boat ini menerjang air laut melesat begitu cepat.
Penasaran dengan air laut dan hobi mandi, si kecil langsung ke arah pantai dengan maksud ingin menikmati air laut yang jernih. Dia menghampiri tempat penyewaan alat berenang. Ada beberapa perlengkapan yang bisa di sewa apabila tidak siap dari rumah dengan harga cukup terjangkau, IDR 10k per item, seperti ban pelampung, kacamata renang, kaki kodok dan snorkel. Setelah menyewakan ban pelampung, si kecil berlari dengan riangnya. Di pantai ini terdapat tanda batas zona untuk berenang sehingga bisa dikontrol bagi perenang yang tidak sadar sudah keasyikan berenang ke tengah laut. Karena melihat si kecil begitu senang tapi tidak ada teman berenang, bergegas kuganti kostum mandi dan mengajaknya bermain.
Air yang dingin menembus kulit namun terasa segar karena mentari mulai merambat pelan. Bersama pengunjung lain ngobrol dan sekalian berkenalan, sebuah silaturahmi tanpa disengaja. Itulah hidup, dimanapun berada tetap berbagi minimal senyum yang indah seperti pantai ini. Setelah puas dengan berbagai bentuk tingkah si kecil di air, kami menuju tempat ganti baju dan mandi air tawar, sebuah kenikmatan alam yang tiada tara.
Kembali ke cottage, semua keluarga mulai menikmati bekal yang sudah disiapkan sebelumnya. Syukurnya, di pantai ini tersedia berbagai kuliner yang bisa di order untuk melengkapi suguhan sambil memandangi pantai nan asri. Tersedia olahan kue tradisional khas daerah dan minuman sesuai selera. Banyak jajanan yang bisa dipesan kapan saja. Setelah itu kami bercengkerama dengan keluarga sambil melihat ada sekelompok anak muda yang siap dengan perlengkapan snorklingnya. Mereka dengan kostum renang yang akan membantu pergerakan saat snorkeling. Sepatu katak atau snorkel fins mereka gunakan untuk memudahkan mengatur gerakan saat berenang.
Dengan ukuran sepatu katak yang pas dengan kaki mereka tentunya akan memberikan kenyamanan bergerak. Kemudian mereka juga menggunakan penutup wajah untuk melindungi bagian wajah selama snorkeling dilengkapi dengan valve atau cerobong udara. Snorkel valve merupakan alat bantu napas ketika wajah sedang menyelam dan yang tak kalah pentingya adalah jaket pelampung untuk menjaga kedalaman dan stabil saat mengambang.
Mereka akan menyusuri pemandangan bawah laut pantai Tanjung Karang, yang mana terumbu karangnya masih alami dilengkapi dengan keaneka ragaman ikan dan air yang tenang. Di kawasan ini ada sekitar 17 gugus karang yang berada dalam radius 20 km dari bibir pantai. Penyelam bisa bisa menikmati karang dari kedalaman 1 meter hingga 40 meter yang menawarkan pemandangan indah.
Terdapat juga gugusan terumbu karang terdekat bernama House Reef yang hanya berjarak 2 meter dari bibir pantai. Selain House Reef, Gugusan terumbu karang yang terdapat di pantai ini adalah Rocky Point, Natural Reef, Irmis Block, Anchor Reef, Green Wall dan Alex Point/ Para penyelam di tempat ini sebaiknya menggunakan jasa pemandu untuk menentukan arah dan lokasi terbaik dan tentu saja kamera bawah laut menjadi alat yang tak terlupakan untuk mengabadikan momen dan mendapatkan dokumen keindahan biota bawah laut salah satu destinasi snorkeling terbaik di Indonesia.
Terumbu Karang di Pantai Tanjung Karang
(sumber: reyginawisataindonesia.blogspot.com)
Bagi pengunjung yang tidak bisa menyelam, hanya dengan melangkahkan kaki sejauh 5 meter dari garis pantai, pengunjung bisa menggunakan snorkel untuk menikmati biota dan terumbu karang yang menjadi bagian dari spot penyelaman House Reef. Karena kami termasuk pengunjung yang ingin menyaksikan bagaimana terumbu karang itu, bersama adik menghampiri bapak separuh baya yang sedang mempersiapkan perahunya bagi penumpang selanjutnya untuk menikmati keindahan bawah laut. Bapak inilah yang membawa mengelilingi pantai dan melihat terumbu karang melalui ‘perahu kaca’ yang dimodifikasi khusus untuk menikmati perjalanan di bawah laut.
Dengan perahu bermesin yang di tengahnya tersedia tempat yang tembus pandang ke bawah untuk melihat terumbu karang yang berwarna warni. Kami bisa menikmati gugusan karang dengan menggunakan perahu khusus yang disediakan pengelola kawasan pantai dengan tarif 100k untuk satu rombongan yang bisa menampung 10 orang. Kami di bawa mengitari kawasan pantai sepanjang sekitar 500 meter. Sungguh biota bawah laut yang sangat luar biasa indahnya. Kami mengitari pesisir pantai sampai puas memandangi ikan-ikan yang menari di sela-sela karang yang tak bisa diungkapkan dengan kata. Takjub dengan ciptaan Allah dan bergumam Masya Allah indahnya.
Dilansir dari laman https://www.kabarrantau.com, ‘Gili Raja’ adalah nama kapal yang kini beristirahat di kedalaman perairan Tanjung Karang. Lokasinya berada di sebelah selatan pesisir pantainya. Bunga-bunga karang yang tumbuh di bagian-bagian kapal yang memiliki panjang 80 meter ini menjadi obyek pemandangan yang cantik bagi para penyelam. Belum lagi biota laut yang menjadikan bangkai kapal ini tempat tinggal mereka. Keanekaragaman dan keunikan bentuk tubuh makhluk-makhluk laut ini memberikan panorama tersendiri. Bila Gili Raja berada di kedalaman 40 meter, maka ‘wreck’ kapal bernama ‘Mutiara’ berada di kedalaman yang lebih rendah, sekitar 20 meter. Meski tak terlalu dalam, pemandangan indah masih tetap bisa di saksikan di bangkai kapal yang tergolek di jarak 2 Km dari bibir pantai ini.
Foto penyelam di Pantai Tanjung karang https://www.kabarrantau.com
Hal lain dari pesona pantai ini adalah para penggemar fishing atau memancing bisa menyewa perahu untuk membawa mereka ke wilayah berkarang dengan kedalaman air yang cukup. Berbagai jenis ikan di wilayah perairan ini seperti ikan kakap, kerapu, yellow fin tuna dan baronang yang berlomba menyambut umpan para pemancing. Sesekali penampakan ikan lumba-lumba yang sedang bermain di laut lepas akan menjadi pemandangan elok dan pelengkap pengalaman pemancing mania.
Tak terasa waktu bila berada di pantai ini, kami sekeluarga tidak ingin melewatkan sesi terakhir dengan mengabadikan sunset dengan kemampuan mengambil angel yang pas dan nyaris sempurna. Keindahan matahari dengan warna khas kuning kemerah-merahan dan tetap menonjolkan powerfulnya seakan enggan berpamitan dengan pengunjung pantai. Sungguh view yang tidak tertandingi dengan keindahan lainnya. Pantai Tanjung Karang adalah destinasi selanjutnya yang wajib Anda kunjungi. Keindahan dan kecantikannya akan membuat Anda lebih mengagumi Sang Pencipta
Comments
Post a Comment